Kau Dan Secangkir Kopi Pagi

Pagi ini, tak kusangka rindu masih menetap. diantara pepohonan cemara. dimana kau ingin tuliskan cerita, dan aku tak bisa.
pagi mulai beranjak ketika matamu cerlang membuka, menciptakan tambur dalam dadaku. Kau dengarkah?

Sepagi ini rinduku sudah berlari kesana kemari, mencarimu yang telah lama hilang. entahlah, bosan kunikmati sepi sendirian. menatap kebisuan langit, melihat cakrawala yg seakan bercengkerama dengan luka luka.

Saat saat seperti ini, Setiap pagi, saat membuat kopi: aku masih saja merasa, manis dan pahit harus dinikmati bersama; bukan sendiri-sendiri. entah kau mengerti atau tidak, bahwa pagiku kurang lengkap tanpa kamu dan kopi yg ternikmati berdua.

dan ku tuliskan selarik sajak bagi wajahmu yang pagi, pagi senyummu yang embun sejukkan hati.

 Kau dan secangkir kopi pagi tanpa gula adalah pagi yang meruah di dalam kepalaku. Seketika aku demikian sibuk perihal kau dan kopi.
Tags:

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar