Ketika Senja Di Laut Tuban
25 August 2013
Senja berpamit pulang, perlahan tenggelam di iringi suara adzan maghrib berkumandang.Aku masih terdiam disini, ditepi laut Tuban, memandang debur ombak yg beriringan, suara gemericiknya memecah kesunyian, sesekali pecah tawa bocah kecil didepanku yg sedang asik bergelut dengan ombak-ombak di laut itu.
Ingin sekali aku lihat pelangi diantara senja ini, entah kenapa aku suka pelangi, paduan warnanya begitu ajaib, sangat indah, bagiku itu adalah keromantisan Tuhan yg tercipta, selain senja yg menguning di laut Tuban.
Setiap sore, anak-anak kenangan berlarian dengan riang. Mengejar kupu-kupu dalam tempurung kelapa. Hingga akhirnya, senja lenyap ditikam malam...
Saat senja lekang, aku tak begitu suka. Karena pasti malam akan membiusku untuk selalu memperbincangkanmu bersama Tuhan. kau adalah kenangan itu, pada senja itu, pada keharu-biru yg membuatku tak mampu sedikitpun menepikan ingatanku akan hadirmu waktu itu, bersamaku, pada senja itu, pada tepi laut Tuban itu, dimana kau duduk disebelahku, lalu kau memelukku erat-erat, seakan tak ingin terlepas walau hanya sejenak.
Aku disini dan engkau yang entah dimana, senja kita sama kok. sama-sama berwarna sendu saat kita tidak lagi tahu bagaimana cara untuk berbicara. saat hati sama-sama lelah.